Pages

Subscribe:

Kamis, 16 Februari 2012

Kumpulan Kata-Kata Motifasi

dikutip dari buku
REFUSE TO LOSE..!!

destiny is not a matter of chance, it's a matter of choice (William J. Bryan)
takdir bukan masalah kesempatan, ini masalah pilihan (William J. Bryan)

i have never known a man who died from over work, but many who died from doubt (charles mayo)
saya tidak pernah mengenal seorang pria yang meninggal akibat atas pekerjaan, tetapi yang banyak yang meninggal dari keraguan (Charles Mayo)

destiny is not a matter of chance, it is a matter of choice; it is not a thing to be waited for, it is a thing to be achieved. (william J. Bryan)
takdir bukan masalah kesempatan, itu adalah masalah pilihan, itu bukan sesuatu yang harus menunggu, itu adalah hal yang harus dicapai. (William J. Bryan)

those who do not respect a penny, is not entitled a dollar. (Prof. B.J Habibie)
mereka yang tidak menghormati sepeser pun, tidak berhak dolar. (Prof B.J Habibie)

don't let what you can't do interfere with what you can do. (John Wooden)
jangan biarkan apa yang tidak dapat Anda lakukan mengganggu apa yang dapat Anda lakukan. (John Wooden)

men do not decide their future. they decide their habits... and their habits decide their future. (Anonymous)
pria tidak memutuskan masa depan mereka. mereka memutuskan kebiasaan mereka ... dan kebiasaan mereka memutuskan masa depan mereka. (Anonim)

being a male is a matter of birth - being a man is a matter of choice. (Edwin L. Cole)
menjadi laki-laki adalah masalah kelahiran - menjadi manusia adalah masalah pilihan. (Edwin L. Cole)

heaven never helps the person who will not act. (Sophocles)
surga tidak pernah membantu orang yang tidak akan bertindak. (Sophocles)

no one can make you feel inferior without your consent. (Eleanor Roosevelt)
tidak ada yang bisa membuat Anda merasa rendah diri tanpa persetujuan Anda. (Eleanor Roosevelt)

vision is the art of seeing things invisible to others. (J. Swift)
Visi adalah seni melihat sesuatu yang tak terlihat orang lain. (J. Swift)

we all live under the same sky. but we do not all have the same horizon. (K. Adenauer)
kita semua hidup di bawah langit yang sama. tapi kami tidak semua memiliki cakrawala yang sama. (K. Adenauer)

if you want children to keep their feet on the ground, put some responsibility on the shoulders.  (Abigail Van Buren)
jika Anda ingin anak-anak untuk menjaga kaki mereka di tanah, menempatkan tanggung jawab beberapa di pundak. (Abigail Van Buren)

luck is the crossing point between preparation and opportunity. (Paul Hanna)
keberuntungan adalah titik persimpangan antara persiapan dan kesempatan. (Paul Hanna)

there is nothing permanent except change
tidak ada yang permanen kecuali perubahan

either change or be changed
baik perubahan atau diubah

few people recognize opportunity, because it comes disguised as hard work
beberapa orang mengenali kesempatan, karena ia datang menyamar sebagai kerja keras
(hanya sebagian kecil orang yg dpt mengenali kesempatan, karena ia datang menyamar sbg kerja keras)

be responsible, do something for your own future
bertanggung jawablah, melakukan sesuatu untuk masa depan Anda sendiri

start with the end in mind
mulailah jalani hidup dengan maksud yang sejelas-jelasnya, dengan tujuan akhir yang sejelas-jelasnya.

when you gain control of your habits, you gain control of your life, (Burke Hedges)
ketika Anda mendapatkan kontrol dari kebiasaan Anda, Anda menguasai hidup Anda, (Burke Hedges)

deaf to sound negative
tuli terhadap  suara negative

You will never be invincible, if you never give up.
anda tak akan pernah terkalahkan, jika anda tidak pernah menyerah.

You’re friend will stretch your vision or choke your dreams. (Anonymous)
Teman Anda akan meregangkan visi Anda atau tersedak impian Anda. (Anonim)

when things going tough, only the toughest keeps going. (Anonymous)
ketika hal yang terjadi sulit, hanya terberat terus terjadi. (Anonim)

my best friend is the one who brings out the best in me. (Henry Ford)
sahabatku adalah orang yang membawa keluar yang terbaik dalam diriku. (Henry Ford)

Negative thinking is like you drinking poison while others who face death. (Anonymous)
berpikir negative itu seperti anda minum racun sambil berhadap orang lain yang mati. (Anonymous)

when you put fences around people, you get sheep. (Anonymous)
ketika Anda menaruh pagar di sekitar orang, Anda mendapatkan domba. (Anonim)

it is true, the good seed that grows in any soil. But believe me, its growth and future production will be much better if his name since the beginning of pests, weeds and other nuisance weeds removed.
memang benar, benih yang baik agar tumbuh di tanah manapun. Tetapi percayalah, pertumbuhannya dan produksinya kelak akan jauh lebih baik bila sejak awal namanya hama, gulma dan tanaman liar pengganggu lainnya disingkirkan.

6. What Say What do you want
6. Katakan Apa Maumu
My rich dad said, “Your wealth, your power and your happiness improve with your ability of communicat.” (Robert T. Kiyosaki)
Ayah kaya saya berkata, "kekayaan Anda, kekuatan Anda dan kebahagiaan Anda meningkatkan kemampuan Anda dengan KOMUNIKASI." (Robert T. Kiyosaki)

Verily, never will god change the condition of a nation. Unless they change it by themselves.”
Sesungguhnya, Tuhan tidak akan pernah mengubah kondisi bangsa. Kecuali mereka mengubahnya sendiri. "

Beware of what you wish. It may happen. (Chinese Saying)
Hati-hati dari apa yang Anda inginkan. Ini mungkin terjadi. (Pepatah Cina)

You can make money or you can make excuses. You just can’t make them both at the same time. (Anynomous)
Anda dapat membuat uang atau Anda dapat membuat alasan. Anda tidak dapat membuat mereka berdua pada waktu yang sama. (Anynomous)

Get out of your comfort zone.!! Attach stove burning under your seat ..
Keluarlah dari zona kenyamanan.!! Pasang kompor menyala di bawah kursi anda..

The worst enemy of great life is a good life. (Anonymous)
Musuh terburuk dari hidup yang hebat adalah kehidupan yang baik. (Anonim)

Intentionally to improve communication skills.
Dengan sengaja untuk memperbaiki kemampuan komunikasi.

7. Do It Different
7. Lakukan Hal yang Berbeda

If you want different results, you need to do something different. (Anonymous)
Jika anda ingin hasil yang berbeda, anda perlu melakukan sesuatu yang berbeda. (Anonim)

If you don’t change your direction. You will end up where your’re headed. (Rita Matindas)
Jika Anda tidak mengubah arah Anda. Anda akan berakhir di mana Anda menuju. (Rita Matindas)

Do something different. If you want to get something different.
Lakukan sesuatu yang berbeda. Jika Anda ingin mendapatkan sesuatu yang berbeda.

You are  never given a wish without also being given the power to make it true. You may have to work for it however.
Anda tidak pernah diberi ingin tanpa juga diberikan kekuasaan untuk membuatnya benar. Anda mungkin harus bekerja untuk itu namun.
(Anda tidak akan pernah mendapatkan doa tanpa berusaha untuk mewujudkannya. Anda harus bekerja untuk itu)



All too often, we stop looking up at the stars. We forget there are diamonds in the heavens –and one of them is ours. (Shad Helmstetter)
Semua terlalu sering, kita berhenti menatap bintang-bintang. Kita lupa ada berlian di langit-dan salah satunya adalah milik kita. (Shad Helmstetter)

If you don’t want to work, you have to work to earn enough money so that you don’t have to work anymore. (Ogden Nash)
Jika Anda tidak ingin bekerja, Anda harus bekerja untuk mendapatkan uang yang cukup sehingga Anda tidak perlu bekerja lagi. (Ogden Nash)

To get profit without risk, experience without danger, and reward without work, is as impossible as it is to live without being born. (A.P. Gouthey)
Untuk mendapatkan keuntungan tanpa resiko, pengalaman tanpa bahaya, dan penghargaan tanpa kerja, adalah mustahil. Bagaikan hidup tanpa dilahirkan. (A. P. Gouthey)

8. forget Constraints
8. Lupakan Kendala

Don’t think about what you can do – think about what you want to do. And start trying to do it. (Jason Pipoly)
Jangan berpikir tentang apa yang dapat Anda lakukan - berpikir tentang apa yang ingin Anda lakukan. Dan mulai mencoba untuk melakukannya. (Jason Pipoly)

If I don’t have my dreams, then what is life about? And if I can’t pursue them, it would be a small life. (lynne cox)
Jika saya tidak punya impian saya, lalu apa hidup ini? Dan jika saya tidak bisa mengejar mereka, itu akan menjadi kehidupan yang kecil. (Lynne Cox)

Never say it’s impossible to me before I try. (M. Jordan)
Jangan pernah berkata tidak mungkin untuk saya sebelum saya mencoba. (M. Jordan)

9. Once Again Risen
9. Bangkit Sekali Lagi

Champions are made, not born. (Edwin L. Cole)
Juara adalah dibuat, bukan dilahirkan. (Edwin L. Cole)

You can’t change the world. Unless you change yourself. (Mahatma Gandhi)
Anda tidak dapat mengubah dunia. Kecuali jika Anda mengubah diri Anda sendiri. (Mahatma Gandhi)

Failure to prepare is preparation for failure indeed.
Kegagalan untuk mempersiapkan adalah persiapan untuk gagal memang.

10. Have a MENTOR, Be Teachable
10. Miliki MENTOR, jadilah yang bisa diajarkan

If you wish to know the road up the mountain, ask the person who goes back and forth on it. (Zenrin Kushin)
Jika anda ingin mengetahui lika-liku jalan di atas gunung, bertanyalah kepada orang-orang yang sudah bolak-balik naik-turun gunung.
11. Disiplin

(Nabi Muhammad SAW)
Remember these five things before coming to five:
-          Remember your youth before your old dating
-           Remember the health before your pain dating
-          Remember your field before your narrowness dating
-          Remember your rich before  your poor dating
-          Remember life before your dead dating
Ingat lima hal sebelum datang yang lima :
-          Ingat mudamu sebelum datang tuamu
-          Ingat sehatmu sebelum datang sakitmu
-          Ingat lapangmu sebelum datang kesempitanmu
-          Ingat kayamu sebelum datang miskinmu
-          Ingat hidupmu sebelum datang matimu’

DON’T DELAY.!
JANGAN MENUNDA.!!!

Take responsibility for your finance or take orders all yours life. You are either a master of money or a slave to it. (Robert T. Kiyosaki)
Bertanggung jawab atas keuangan Anda atau mengambil pesanan semua kehidupan Anda. Anda bisa menjadi tuan uang atau budak uang. (Robert T. Kiyosaki)

                                              

Jumat, 10 Februari 2012

Makalah B. Sunda


 “Pangaruh Télévisi keur
Prestasi Diajar”



Nyumponan salah sahiji tugas Basa Sunda

                                                                                                   




















Disusun Oleh :
………………………
………………………
………………………
………………………


SMKN BANTARKALONG
TAUN AJARAN 2011/2012


KECAP PANGANTEUR

        Sagala puji pikeun Pangéran anu geus nulungan hamba-nya ngabéréskeun makalah ieu kalayan pinuh gampangna. Tanpa pertolongan Manéhna meureun penyusun moal sanggup ngabéréskeun kalayan alus.

Makalah ieu disusun ambéh pamaca bisa nyaho sabaraha badag pangaruh télévisi ka ahlak anak dumasar pengamatan ti sagala rupa asal. Makalah ieu di susun ku penyusun kalayan sagala rupa aral. Boh éta anu datang ti diri penyusun boh anu datang ti luar. Tapi kalayan pinuh kesabaran sarta pertolongan ti Pangéran pamustunganana makalah ieu bisa terselesaikan.

Makalah ieu memuat ngeunaan, pangaruh télévisi ka ahlak anak’’ sarta ngahaja dipilih alatan metot perhatian nu nulis pikeun dicermati sarta perlu meunang pangrojong ti kabéh pihak anu paduli ka dunya atikan.

Penyusun ogé ngedalkeun hatur nuhun ka guru pembimbing anu geus loba mantuan penyusun sangkan bisa ngabéréskeun makalah ieu.

Muga makalah ieu bisa méré wawasan anu leuwih lega ka pamaca. Sanajan makalah ieu ngabogaan kaleuwihan sarta kakurangan. Penyusun ménta pikeun bongbolongan sarta kritikna. Hatur nuhun.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Kasang tukang masalah

Atikan mangrupa usaha sadar pikeun nyiapkeun peserta didik sangkan bisa nyanghareupan tangtangan global sarta nyiapkeun mangsa hareup bangsa. Kitu dinyatakeun ku Soenardi Dwidjosusatro sabot ngabagéakeun Hardinas 2002.
Ku kituna perlu urang sadari yén atikan ngabogaan peran anu pohara badag dina nyanghareupan tangtangan global boh éta dina bersaing, boh dina berprestasi. Salah sahiji problem nasional anu nepi ka ayeuna masih disanghareupan ku bangsa Indonésia nyaéta beuki turunna kualitas atikan. Sacara otomatis tangtu berdampak langsung ka pangabisa daya saing out put atikan urang.
Hal kitu jadi ironis, alatan dina hiji sisi pikeun asup melenium ka tilu ditungtut pribadi-pribadi anu sanggup bersaing sacara global, saha anu henteu sanggup bersaing baris tersingkir, tapi dina sisi séjén kualitas atikan urang malahan ngalaman kemunduran. Ngeunaan pendékna mutu atikan, para analisis méré diagnosis anu berbeda-beda ka cukang lantaranana.
Dina era sentralisasi pamaréntahan, pemusatan birokrasi pamaréntahan mindeng dianggap minangka cukang lantaran pendékna mutu atikan. Atikan anu boga sipat sentralistik dianggap geus membelenggu kreativitas jumplukan akar jukut, di mana sagala hiji hal sarwa ditangtukeun di luhur. Tapi, sabot paradigma éta dibalik, nepi ka kakawasaan menyelenggarakan atikan dibikeun ka pamaréntah wewengkon, komo ka sakola dina wangun manajemén atikan berbasis sakola (MPBS), hal éta malahan ngabalukarkeun kebingungan.
Loba pamaréntah wewengkon sarta sakola henteu siap ngalaksanakeun system anyar kasebut. Nempo realitas kawas diluhur, jelema usaha néangan 

BAB II
LANDASAN TEORI HASIL PANALUNGTIKAN ANU RELEVAN, CARANGKA BERFIKIR SARTA PENGAJUAN HIPOTESIS

A. Deskripsi Teori
1. Pangaruh négatif televise
a. Pengertian Pangaruh négatif pangaruh nurutkeun basa indonésia nyaéta daya anu aya atawa timbul ti hiji hal (jelema, barang) anu milu nyieun watek, kapercayaan, atawa gawéna saurang. Pangaruh nurutkeun Badudu sarta Jain (1994, 1031) nyaéta pangaruh nyaéta:
1. daya anu ngabalukarkeun hiji hal anu lumangsung
2. hiji hal anu bisa nyieun atawa ngarobah hiji hal anu séjén
3. tunduk atawa nuturkeun alatan kawasa atawa kakuatan batur Ti pengertian diluhur bisa disimpulkan yén pangaruh mangrupa hiji daya anu bisa nyieun atawa ngarobah hiji hal anu séjén. Sedengkeun négatif nyaéta hiji sipat anu giwar ti sipat anu sabener na.
b. Pengertian télévisi Dina basa Inggrisnya Télévisi ieu disebut kalayan: Televison. Istilah “Television” asalna ti omongan Yunani: Tele hartina: far, off, laér. Ditambah kalayan: Vision anu asalna ti basa Latin vision, anu hartina to see, nempo. Jadi hartina sacara harfiah, nempo laér. Ieu luyu kalayan existensi tinimbang siaran TV ti Jakarta, urang bisa tempo di imah urang di Bandung. Média komunikasi jarak laér kalayan penayangan gambar sarta pendengaran sora, boh ngaliwatan kawat boh sacara elektronmagnetik tanpa kawat. (Asalna ti basa Yunani “tele” anu hartosna laér sarta “vision” anu hartosna penglihatan). Tapi harti sacara global nyaéta hiji pakakas média informasi audio visual hiji arah. c. Pengertian prestasi diajar Saméméh ngomongkeun pengertian prestasi diajar, leuwih tiheula baris diungkabkeun naon anu dimaksud kalayan diajar. Para pakar atikan mengemukakan pengertian anu béda antara hiji jeung anu séjénna, tapi kitu salaku ngarujuk dina prinsip anu sarua nyaéta saban jelema anu ngalakonan prosés diajar baris ngalaman hiji parobahan dina dirina.

 Nurutkeun Slameto (1995:2) diajar nyaéta “hiji prosés usaha anu dipigawé hiji jalma pikeun nampa hiji parobahan tingkah laku anu anyar sacara sakabéh, minangka hasil pangalamanana sorangan dina interaksi kalayan lingkunganana.” Saterusna Winkel (1996:53) diajar nyaéta “hiji aktivitas mental/psikis anu lumangsung dina interaksi anu aktip kalayan lingkungan, anu ngahasilkeun parobahan-parobahan dina kanyaho, pamahaman, keterampilan sarta peunteun dangong. Parobahan éta boga sipat sacara relatif konstant.” Saterusna Hamalik (1983:28) mendefinisikan diajar nyaéta “hiji pertumbuhan atawa parobahan dina diri hiji jalma anu dinyatakeun dina cara-cara bertingkah laku anu anyar berkat pangalaman sarta latihan.” Pangabisa intelektual siswa pohara nangtukeun keberhasilan siswa dina nampa prestasi. Pikeun nyaho junun henteuna hiji jalma dina diajar mangka perlu dipigawé hiji evaluasi, tujuanana pikeun nyaho prestasi anu ditampa siswa sanggeus prosés diajar mengajar lumangsung.
Prestasi bisa diartikeun hasil ditampa alatan ayana aktivitas diajar anu geus dipigawé. Tapi loba jelema beranggapan yén anu dimaksud kalayan diajar nyaéta néangan élmu sarta nungtut élmu. Aya deui anu leuwih husus mengartikan yén diajar nyaéta nyerepan oengetahuan. Diajar nyaéta parobahan anu lumangsung dina tingkah laku manusa. Prosés kasebut moal lumangsung lamun euweuh hiji anu nyorong pribadi anu bersangkutan. Prestasi diajar mangrupa hal anu henteu bisa dipisahkan ti kagiatan diajar, alatan kagiatan diajar mangrupa prosés, sedengkeun prestasi mangrupa hasil ti prosés diajar. Nyurtian pengertian prestasi diajar sacara gurat badag kudu bertitik tampik ka pengertian diajar éta sorangan. Ku kituna para ahli mengemukakan pamadeganana anu berbeda-beda luyu jeung tetempoan anu maranéhanana anut. Tapi ti pamadegan anu béda éta bisa urang manggihan hiji titik persamaan. Sahubungan kalayan prestasi diajar, Poerwanto (1986:28) méré pengertian prestasi diajar nyaéta “hasil anu dihontal ku hiji jalma dina usaha diajar sakumaha anu dinyatakeun dina raport.” Saterusna Winkel (1996:162) ngomong yén “prestasi diajar nyaéta hiji bukti keberhasilan diajar atawa pangabisa hiji jalma siswa dina ngalakonan kagiatan diajarna luyu kalayan bobot anu dihontalna.” Sedengkeun nurutkeun S. Nasution (1996:17) prestasi diajar nyaéta: “Kesempurnaan anu dihontal hiji jalma dina berfikir, ngarasa sarta migawé.
Prestasi diajar disebutkeun sampurna lamun minuhan tilu aspék nyaéta: kognitif, affektif sarta psikomotor, sabalikna disebutkeun prestasi kurang nyugemakeun lamun hiji jalma tacan sanggup minuhan udagan dina katilu kriteria kasebut.” Dumasar pengertian di luhur, mangka bisa dijelaskeun yén prestasi diajar mangrupa tingkat kamanusaan anu dipiboga siswa dina narima, nampik sarta meunteun informasi-informasi anu ditampa dina prosés diajar mengajar. Prestasi diajar hiji jalma luyu jeung tingkat keberhasilan hiji hal dina diajar materi palajaran anu dinyatakeun dina wangun peunteun atawa raport saban widang studi sanggeus ngalaman prosés diajar mengajar. Prestasi diajar siswa bisa dipikanyaho sanggeus diayakeun evaluasi. Hasil ti evaluasi bisa nempokeun ngeunaan luhur atawa pendékna prestasi diajar siswa.

B. Timuan Hasil Panalungtikan Anu Relevan

1.      Pangaruh négatif acara di télévisi ka tingkat prestasi diajar anak
a. Indikasi pangaruh négatif Hésé pikeun dipisahkan naha alatan kaayaan kulawarga atawa lingkungan sebaya sarta pergaulan. Tapi leuwih hadé para kolot perlu meng-antisipasi sawatara indikasi négatif di handap ieu:

(1) Lamun acara TV geus menyedot perhatian anak dina jam-jam efektif diajar. Dumasar survey yén barudak umur sakola dasar perkotaan méakkeun waktuna 43% pikeun lalajo acara TV dina jam-jam diajar.

(2) Anak mimitian mikaresep kagiatan luar imah dina jam-jam diajar di imah sarta mengalih-kan dina kagiatan non-belajar, kawas: jalan-jalan ka mall, play station, sarta tempat nongkrong séjén. Dumasar panalungtikan Deteksi Jawapos (Maret 2005) yén barudak SD ayeuna ieu ngalaman penurunan greget diajar alatan nampa alternatif mengalihkan perhatian dina (acara TV, hiburan luar rohang, sarta jalan-jalan).

(3) Barudak ngarasa kasulitan ngapalkeun atawa mengerjakan PR sacara terus menerus tapi ngarasa katagihan pikeun ngalakonan hal-hal anu henteu nyambung kalayan pencerdasan diri. Dumasar pengamatan Prof. Kusdwiratri (Désémber, 2004) turunna minat intelektual dibiruyungan henteu berminatnya dina kagiatan séjén anu mencerdaskan anak bukti jununna sistem hiburan sacara massal ka barudak Indonésia sarta dunya diajar anak anu gagal. Perlu diwaspadaan ulah nepi ka pangaruhna lumangsung permanen.

b. TIPS Kurangi Kabiasaan Anak Lalajo TV Télévisi, kudu diaku, kiwari jadi sahabat pangdeukeutna barudak. Ibu-ibu ngarasa leuwih merenah nempo anakna diuk amis di hareup télévisi batan berkeliaran ulin layangan. Padahal, ulin layangan leuwih alus pikeun sosialisasi jiwa anak, batan di hareup teve, anu pohara picilakaeun pikeun perkembangan fisik sarta mental si anak. Lalajo télévisi geus jadi kasapoé jeput sawaréh masarakat. Murah meriah. Stasiun télévisi berlomba nawarkeun sagala rupa program acara anu metot, utamana acara hiburan. Kabéhanana metot, ku kituna acap ngabingungkeun pemirsa.

      Tacan deui engké lamun stasiun télévisi anyar merambah sacara nasional. Lalaunan, télévisi jadi candu. Urang teu bisa ucul ti télévisi. Sawaréh urang kalahka méakkeun waktuna di hareup layar kaca. Lain ngan kolot, tapi ogé barudak. Ieu meureun teu disadari kolot, cacak peringatan acara pikeun dewasa terpampang di layar kaca. Loba panalungtikan ngabuktikeun yén télévisi miboga pangaruh anu goréng ka perkembangan fisik sarta mental anak. Éfékna bisa dina prestasi di sakola, alatan kurang kosentrasi, teu boga wayah pikeun diajar atawa mengerjakan pakasaban imah, sarta ulin. Lalajo télévisi ogé patali jeung depresi, kahariwang, sarta laku-lampah kriminal sarta obesitas landian kegemukan.

Ieu bisa dimaklumi, alatan film-film télévisi leuwih loba menonjolkan sagi kekerasan anu mangaruhan kejiwaan barudak. Para budak ogé condong gemuk, alatan maranéhanana resep ngemil sawaktu lalajo layar kaca. Kumaha ngurangan akibat négatif ti lalajo teve pikeun anak Anjeun? Katut tipsna. Larapkeun watesan. Kabiasaan anak lalajo teve nyambung kalayan tingkatan pengawasan kolot. Ieu patali jeung naha kolot netepkeun sarta ngajalankeun aturan pembatasan lalajo teve.

Geus Anjeun ngalakonan? Lamun tacan, mimitian mengikutsertakan anak dina nyieun watesan. Tetapkan naon, iraha, sarta sabaraha loba acara télévisi anu ditonton. Méré watesan baris ngajarkeun dina anak yén maranéhanana kudu milih acara anu pang didigemari, ngahargaan wayah sarta pilihan, sarta ngajaga keseimbangan kaperluan maranéhanana.

Tujuan séjénna ambéh anak ngajadikeun kagiatan lalajo télévisi ngan minangka pilihan, lain kabiasaan. Manéhna lalajo ngan lamun perlu. Sabaraha jam? Nurutkeun Jane Murphy sarta Karen Tucker, produser acara télévisi barudak sarta nu nulis, leuwih hadé teu leuwih ti dua jam sapoé, ieu kaasup ulin komputer sarta vidéo game.

Pikeun anak anu tacan bersekolah atawa mindeng diancik kolotna di imah, porsinya meureun bisa saeutik leuwih loba. Ikatan dokter Anak AS (American Academy of Pediatrics) sorangan ngusulkeun, anak umur 2 warsih dilarang lalajo teve, sarta anak umur prasekolah leuwih hadé lalajo kurang ti 2 jam. Béré conto. Ambéh sasaran kahontal, disiplin sarta pengawasan kolot mutlak diperlukeun. Hanjakalna, unsur pengawasan ieu anu mindeng jadi titik lemah kolot anu riweuh jeung pakasaban sapopoé di kantor. Carilah cara ambéh anak teu lalajo télévisi sabot Anjeun tacan balik ka imah. Contona, ngasupkeun télévisi ka kamar Anjeun anu terkunci. Bisa ogé, ménta pembantu atawa jelema pangdeukeutna anu aya di jero imah pikeun mengawasi. Memang, ieu perlu kecerewetan kolot. Teu nanaon pan céréwét, demi kebaikan barudak.

anu geus bersekolah kudu diwatesan. Contona, ngan kaci lalajo sanggeus ngabéréskeun pakasaban imah. Peran kolot teu bisa diabaikan. Dangong kolot ka télévisi baris mangaruhan laku-lampah anak. Mangka leuwih hadé kolot leuwih tiheula nyieun watesan dina dirina saméméh nangtukeun watesan pikeun barudakna. Biasana, di basa capé atawa bosen jeung kagiatan imah, kolot resep lalajo télévisi. Tapi lamun éta teu dipigawé kalayan rutin, hartina Anjeun bisa ngalakonan kagiatan séjén lamun keur jenuh, anak baris weruh aya loba cara beraktivitas sajaba lalajo télévisi. (CN02)

BAB III
KACINDEKAN SARTA BONGBOLONGAN


A. Kacindekan
     Dumasar kajian sakumaha di uraikan di luhur penulisan menyimpulkan hal–hal anu patali jeung penyelesaian masalah kieu
1. Ti sakitu loba tayangan anu disajikan télévisi, lolobana bisa mangaruhan dangong panongtonna sanggeus atawa dina waktu nempo tayangan télévisi. Ku kituna hal ieu boh sacara langsung boh henteu langsung baris mangaruhan akhlak panongtonna boh pangaruh anu positif boh pangaruh anu négatif.
2. Tayangan télévisi anu menyajikan acara hiburan atawa acara bernuansa kekerasan mangka biasana barudak condong mikaresep tayangan kasebut alatan naon anu ditonton di tayangan télévisi biasana anak condong baris menirunya ku kituna sieun baris ngarusak akhlak anak.

B. Bongbolongan– bongbolongan

1. Pilihlah program acara télévisi anu memang bener – bener méré mangpaat pikeun sakumna kulawarga
2. Paké télévisi anu aya ngan minangka média pikeun meunangkeun informasi penting kawas carita
3. Tentukan sarta bedakan wayah lalajo télévisi pikeun anak – anak anu tacan sarta geus dewasa
4. Batasi wayah lalajo télévisi pikeun anak – anak
5. Alihkan perhatian sarta kegemaran anak – anak dina kulawarga ti nyandu nyaksian sakumna acara télévisi anu di sajikan dina unggal poéna ka wangun – wangun kagiatan sarta kesenangan anyar anu positif kawas maca sarta diajar al-qur’an sarta hadits, maca koran, maca buku sarta séjén sajabana.

Selasa, 07 Februari 2012

Makalah B. Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang dijadikan sebagai alat atau sarana komunikasi di Negara Indonesia. Di dalam bahasa Indonesia terdapat banyak hal yang mungkin sebenarnya belum kita ketahui makna-maknanya. Bahasa Indonesia juga memiliki rumusan-rumusan bagaimana cara atau penggunaan bahasa indonesia yang baik. Dalam tugas kelompok ini, kami mencoba melakukan berbagai usaha untuk memberikan sedikit penjelasan tentang tema,topik,dan judul. Dan semoga saja dari berbagai penjelasan yang kami Jelaskan bisa memberikan pengetahuan kepada siapapun yang membacanya.
B.  TUJUAN PENULISAN
Adapun maksud dan tujuan dalam pembuatan makalah ini yaitu untuk memberi pengetahuan dan wawasan agar kita dapat memahami dan mengetahui apa itu tema,judul,dan topik,dan dapat menggunakannya sesuai dengan ketentuannya.
C.  RUMUSAN MASALAH
Dalam tugas kelompok ini kami memiliki tiga rumusan masalah, yaitu :
1. apakah pengertian dari tema ?
2. apakah pengertian dari judul ?
3. apakah pengertian dari topik ?
D. RUANG LINGKUP
-Pendidikan
Makalah tentang tema,judul,dan topik bisa dijadikan pembelajaran dalam pendidikan untuk menambah ilmu pengetahuan kita sebagai mahasiswa,karena makalah ini sangat penting dalam penyusunan karya ilmiah ataupun sebagainya.
-Sosial
Makalah yang kita buat ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar untuk memberi pengetahuan tentang pentingnya sebuah tema,judul,dan topik dalam pembuatan karya ilmiah.
E. TEKNIK PENULISAN
Metode yang digunakanpemakalah dalam penyusunan makalah ini dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan referensi dan buku-buku sebagai landasan teoritis mengenai masalah yang akan diselesaikan.



BAB II
PEMBAHASAN

A.  PENGERTIAN TEMA, TOPIK DAN JUDUL
Tema merupakan persoalan utama yang diungkapkan oleh pengarang dalam sesebuah karya kesusteraan seperti cerpen atau novel.
a.         Biasanya tema diolah berdasarkan sesuatu motif tertentu yang terdiri dari pada objek, peristiwa kejadian dan sebagainya.
b.        Ada pendapat lain yang mengatakan bahawa tema sebagai satu gagasan, fikiran atau persoalan utama yang mendasari sesebuah karya sastera dan terungkap secara langsung (eksplisit) atau tidak langsung (implisit).
c.         Tema dalam sesebuah cerita tidak dapat dilihat sepenuhnya sehingga cerita itu selesai dibaca.
d.        Selain itu, tema dapat dikesan melalui:
1.    Perwatakan watak-watak dalam sesebuah cerita.
2.    Peristiwa,kisah,suasana dan unsur lain seperti nilai-nilai kemanusian dan kemasyarakatan yang terdapat dalam cerita.
3.    Persoalan-persoalan yang disungguhkan dan kemudian mendapatkan pokok persoalannya secara keseluruhan.
4.    Plot cerita.

Dalam novel dan cerpen, tema dapat dilihat melalui persoalan-persoalan yang dikemukakan, cara-cara watak itu bertentangan antara satu sama lain, bagaimana cerita diselesaikan, semuanya menentukan rupa tema yang dikemukakan oleh pengarang.
Topik:
Topik adalah berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang berarti tempat, dalam tulis menulis bebarti pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel.
Tema:
Tema berasal dari bahasa Yunani “thithenai”, berarti sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan. Tema merupakan amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Dalam karang mengarang, tema adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. Dalam tulis menulis, tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. Tema ini yang akan menentukan arah tulisan atau tujuan dari penulisan artikel itu. Menentukan tema berarti menentukan apa masalah sebenarmya yang akan ditulis atau diuraikan oleh penulis.
Judul:
Definisi Judul
Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan.
Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan.
Syarat-syarat pembuatan judul :
1. Harus relevan, yaitu harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut.
2. Harus provokatif, yaitu harus menarik dengan sedemikian rupa sehingga menimbulkan keinginan tahu dari tiap pembaca terhadap isi buku atau karangan.
3. Harus singkat, yaitu tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangklaian kata yang singkat. Usahakan judul tidak lebih dari lima kata.

Judul terbagi menjadi dua,yaitu :
- Judul langsung :
Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubu ngannya dengan bagian utama nampak jelas.
- Judul tak langsung :
Judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita tapi tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita.

Fungsi Judul
Judul memiliki fungsi sebagai berikut :
1. Merupakan identitas/cermin dari jiwa seluruh karya tulis
2. Temanya menjelaskan diri dan menarik sehingga mengundang orang untuk membacanya atau untuk mempelajari isinya.
3. Merupakan gambaran global tentang arah, maksud, tujuan, dan ruang lingkupnya.
4. Relevan dengan isi seluruh naskah, masalah maksud,dan tujunnya.


B. PERBANDINGAN ANTARA TOPIK,TEMA DAN JUDUL

Topik, tema, dan judul pada dasarnya hampir sama maknanya, yaitu pokok pembicaraan dalam diskusi atau dialog, pokok pikiran suatu karangan, dan nama yang digunakan untuk makalah atau buku atau gubahan sajak. Untuk jelasnya, marilah kita kutip apa yang dikemukakan oleh Pusat Bahasa lewat Kamus Besar Bahasa Indonesia, sbb.
Topik
1. Pokok pembicaraan dalam diskusi, ceramah, karangan, dsb; bahan diskusi.
2. Hal yang menarik perhatian umum waktu akhir-akhir ini; bahan pembicaraan.
Tema
Pokok pikiran, dasar cerita (yang dipercakapkan, dipakai sebagai dasar mengarang, emnggubah sajak, dsb).
Judul
1. Nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang dapat menyiratkan secara pendek isi buku atau bab itu.
2. Kepala karangan (cerita, drama; tajuk). Berjudul berarti berkepala karangan; bertajuk.

Jelas terlihat bahwa apa yang dikemukakan Kamus Besar Bahasa Indonesia menyiratkan bahwa arti ketiga kata yang kita bicarakan ini sama adanya.Jika kita berdialog dengan seseorang, biasanya kita memperbincangkan satu masalah tertentu, umpamanya tentang banjir, tentang narkoba, tentang sepak bola, dsb.
Kalau yang kita bicarakan hanya satu masalah saja, maka hal semacam itu topik tunggal.Akan tetapi, kadangkala kita mula-mula membicarakan satu masalah saja, kemudian berkembang kepada masalah lain, maka topiknya menjadi banyak. Topik semacam itu kita sebut multitopik atau topik ganda.
Memberikan nasihat atau menyarankan mencoba obat tertentu.Akan tetapi, lawan bicara tadi malahan menyatakan bahwa dia juga sakit kepala. Disini terlihat bahwa topik dialog tetap sama, yaitu soal sakit. Namun topik tadi telah pecah dua menjadi sakit perut dan sakit kepala. Kedua pecahan topik itu disebut subtopik.
Tidak saja topik yang dapat dipecahan menjadi subtopik, tema dapat pula menjadi subtema, judul menjadi subjudul.Dialog dengan subtopik seperti contoh tadi, merupakan komunikasi yang efektif. Hal semacam itu harus diahindari dengan empathy, yaitu merasakan apa yang dirasakan lawan bicara kita. Sebuah dialog bisa berhasil baik, jika keduanya berada dalam mood (suasana hati) yang sama.
Judul dapat dikatakan sebagai jabaran topik atau tema. Karena itu judul harus mempu mencerminkan topik atau tema, tidk boleh menyimpang dari intinya. Itulah sebabnya memilih judul tidak selalu gampang.Dalam percakapan sehari-hari yang kurang penting, tidak biasa ditentukan topiknya. Namun,dalam pembicaraan atau dialog khusus bisa saja ditentukan topiknya supaya pihak-pihak bisa mempersiapkan diri.





























BAB III
PENUTUP

A.      KESIMPULAN
Berdasarkan uraian di atas dapat pemakalah menyimpulkan hal-hal yang berkaitan dengan tema,judul,dan topik sebagai berikut
1. Tema merupakan pokok pemikiran,ide atau gagasan tertentu yang akan disampaikan oleh penulis melalui karangannya.Dan juga tema merupakan dasar cerita (yang dipercakapkan-dsb),yang dipakai sebagai dasar mengarang,mengubah sajak,dsb.
2. Topik merupakan pokok pembicaraan dalam diskusi, ceramah, karangan, dsb.topik juga merupakan ide sentral yang mengikat keseluruhan uraian,deskripsi,penjelasan,dan seluruh pembuktian.
3. Judul merupakan kepala karangan (cerita,drama,dsd) atau perincian atau penjabaran dari topik.dan juga judul dapat juga merupakan nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang menyiratkan secara pendek isi buku atau bab itu.

B.       KRITIK DAN SARAN
Akhirnya terselesaikannya makalah ini kami selaku pemakalah menyadari dalam penyusunan makalah ini yang membahas tentang tema,judul,dan topik masih jauh dari kesempurnaan baik dari tata cara penulisan dan bahasa yang dipergunakan maupun dari segi penyajian materinya.
Untuk itu kritik dan saran dari pembimbing atau dosen yang terlibat dalam penyusunan makalah ini yang bersifat kousteuktif dan bersifat komulatif sangat kami harapkan supaya dalam penugasan makalah yang akan datang lebih baik dan lebih sempurna.