Pages

Subscribe:

Senin, 09 Januari 2012

City Hunter - Episode 17

[City Hunter Episode 17]
Ketika sedang mencari file tahun 1983, Yoon Sung dikejutkan oleh seseorang yang memberikan file tahun 1983 tersebut. Ternyata orang itu adalah Presiden. Tapi Yoon Sung mengatakan kalau Yoon Sung tidak mencari file tersebut. Yoon Sung menanyakan apa yang dilakukan presiden di perpustakaan. Presiden mengatakan bahwa presiden sedang mengingat tentang masa lalu. Melihat file yang diberikan Presiden, Yoong Sung menebak presiden pasti punya memori spesial pada tahun 1983. Presiden manjawab hanya mengingat junior yang disayanginya.
Lalu presiden mengatakan bahwa Yoon Sung harus makan dengan baik karena sebagai orang yang bertanggung jawab atas keamanan jaringan komunikasi di republik Korea. Young Sung tertawa mendengar apa yang dikatakan presiden dengan mengatakan kalau Yoon Sung sendiri masih dalam tahap belajar.
Presiden pun meminta waktu Yoon Sung untuk membantunya. Ternyata Presiden meminta Yoon Sung untuk mengajar cara mengupload foto di blog karena setiap Presiden mengupload foto, fotonya tidak bisa muncul (keren ni presiden punya blog).
Presiden mengatakan bahwa presiden tidak mau kerjaanya hanya menyetempel kertas saja. Young Sung berkata kenapa Presiden tidak meminta bantuan stafnya. Presiden mengatakan kalau semua sibuk. Yoon Sung pun mengajarkan Presiden cara mengupload foto dengan benar dan mengajar cara print foto melalui handphone.

Yoon Sung mengatakan kalau presiden cepat belajar dan seandainya Da Hye punya setengah otak dari presiden maka Da Hye pasti pintar. Presiden mengatakan kalau setiap orang punya kemampuan masing-masing.
Presiden menghawatirkan Da Hye, karena Da Hye anak Presiden maka Da Hye mempunyai anti-fans dan presiden merasa tidak bisa melihat wajah Da Hye. Presiden dan istrinya ingin sekali megunjungi Da Hye di tempat part time jobnya Da Hye, tetapi Presiden sadar itu tidak bisa dilakukannya. Presiden pun mengajak Yoon Sung untuk makan sian g dengan pejabat-pejabat pemerintah lainnya.
Na Na menerima pemberian sapu tangan ibunya Yoon Sung dan langsung menghubungi ibu Yoon Sung karena sudah memberikannya sapu tangan. Ibu Yoon Sung mengatakan kalau rindu kepada Na Na karena sudah beberapa hari Na Na tidak datang menjenguk. Setelah menutup telpon, atasan Na Na memberitahukan untuk bersiap-siap di acara makan siang Presiden.
Jin Pyo bertemu dengan Jae Man. Jae Man mengatakan kalau Jin Pyo terlihat kurang sehat. Jin Pyo hanya tertawa dan menceritakan tentang kejadian pencurian di rumahnya. Mendengar itu Jae Man mengusulkan untuk mempunyai security dan akan merekomendasikannya pada Jin Pyo.
Jae Man mengatakan kepada Jin Pyo bahwa dirinya telah berbohong tentang kematian para prajurit yang dulu untuk dapat memprovokasi City Hunter. Jin Pyo pura-pura tidak perduli dan hanya peduli tentang uangnya saja. Jae Man pun mengingatkan tentang jamuan makan siang dengan presiden. Dan Jin Pyo pun meninggalkan kantor Jae Man.
Anak buah Jae Man masuk dan berpapasan dengan Jin Pyo. Setelah Jin Pyo pergi, anak buah Jae Man mengatakan mengapa Jae Man memberikan posisi CEO kepada Jin Pyo. Jae Man mengatakan bahwa itu strateginya apabila sesuatu terjadi suatu hari maka Jin Pyo yang akan disalahkan. Jae Man memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Jin Pyo tanpa ketahuan apabila sudah menerima sisa uang sebesar 200 juta won.
Para security menyiapkan dan memeriksa setiap sudut tempat jamuan makan siang. Para tamu undangan pun berdatangan. Da Hye memaksa Yoon Sung untuk ikut makan siang bersama tapi Yoon Sung tidak mau. Tetapi begitu melihat Jin Pyo datang juga akhirnya Yoon Sung pun ikut makan siang. Presiden pun memasuki ruangan jamuan makan siang dan menyapa semua yang hadir.
Ketika menyapa Jae Man, tangan presiden berhenti kemudian menoleh ke arah seseorang yaitu Jin Pyo. Presiden sangat terkejut melihat Jin Pyo. Tetapi Jin Pyo dengan dengan tenang memperkenalkan dirinya. Suasana sedikit tegang terjadi lalu presiden berjalan menuju podium untuk berpidato.
Akhirnya Yoon Sung jadi ikut jamuan makan siang bersama Da Hye. Na Na dan atasannya melihat kedatangan Yoon Sung. Sambil berpidato, Presiden terus memperhatikan Jin Pyo. Yoon Sung terus mengawasi Jin Pyo dari tempat duduknya. Makan siang pun mulai. Atasan Na Na mendatangi Yoon Sung karena berada di acara jamuan makan siang dan Yoon Sung menjawab kalau dirinya di undang oleh presiden.
Beberapa saat kemudian terdengar alarm dan semua terkejut mendengar alarm tersebut dan para penjaga bersiap dengan posisi dan senjatanya masing-masing sementara itu Jin Pyo tetap dengan santai memotong steak yang dihidangkan tanpa menghiraukan suara alarm. Yoon Sung pun sadar dan akhirnya melihat ke arah Jin Pyo yang memotong steaknya dengan tersenyum.
Na Na dengan sigapnya langsung melindungi Presiden dari tembakan yang ternyata tembakan yang berisi cat. Kegaduhan pun terjadi. Da Hye sangat terkejut melihat apa yang terjadi. Yoon Sung sangat terkejut melihatnya dan presiden pun langsung diamankan. Sementara orang berusaha mencari perlindungan, Jin Pyo masih dengan santai dan tersenyum memakan steaknya dan membuat Jae Man heran melihat reaksi Jin Pyo yang adem saja.
Presiden mendekati Na Na dan menanyakan keadaan Na Na. presiden akhirnya melihat ke arah Jin Pyo dan ketika tatapan mereka bertemu, Jin Pyo tersenyum ke arah Presiden. Melihat ada noda cat di baju Presiden, Na Na memberikan sapu tangan pemberian ibu Yoon Sung kepada Presiden dan presiden terpaku melihat sulaman bunga yang ada di saputangan Na Na.
Jae Man mengatakan kalau seseorang pasti telah bermain-main dengan Presiden dan tersenyum Jin Pyo menyetujui kata-kata Jae Man. Jin Pyo pun pulang dan sudah ditunggu Yoon Sung diluar. Yoon Sung mengira kalau Na Na lah target Jin Pyo dan mengatakan kalau Na Na sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Yoon Sung. Yoon Sung pun meminta Jin Pyo untuk memberitahukan orang kelima tetapi Jin Pyo tidak mau memberitahu karena Yoon Sung sendiri belum berhasil menangani Jae Man.
Setelah semua meninggalkan ruangan, para penjaga memeriksa ruangan dan menemukan senjata mainan dan juga cat yang dipakai. Atasan Na Na menghadap Presiden dan meminta maaf atas insiden yang barusan terjadi dan akan mengundurkan diri karena sudah melakukan kesalahan yang besar.

Tetapi presiden mengatakan akan melupakan kejadian hari ini dan juga mengatakan bahwa setiap orang mengatakan kalau mengundurkan diri adalah solusi yang paling tidak tepat dalam menyelesaikan masalah tetapi bagi Presiden itu semua tidak benar melainkan harus lebih hati-hati dan harus yakin kalau keamanan sudah ketat sehingga tidak akan terulang lagi. Atasan Na Na pun mengerti dan meyakinkan Presiden akan menyelidikinya. Presiden menyilahkan atasan Na Na keluar sementara Na Na diminta untuk tetap tinggal.
Presiden memberikan sapu tangan yang diberikan Na Na kepada Presiden dan presiden menanyakan apakah Na Na membuat sendiri sapu tangan tersebut. Na Na mengatakan kalau sapu tangan itu pemberian seorang yang Na Na tahu. Presiden pun bertanya siapa orang yang telah memberikan sapu tangan karena kemungkinan Presiden tahu orang itu tetapi Na Na tidak memberitahu dan mengatakan kalau presiden pasti tidak tahu orang itu karena orang itu adalah seorang ahjumma yang biasa.
Setelah Na Na pergi, presiden membuka laci mejanya dan mengambil sebuah sapu tangan yang sama persis dengan punya Na Na.

Na Na memperhatikan sapu tangan yang diberikan oleh ibu Yoon Sung. Na Na menelpon ibu Yoon sung dan memberitahukan kalau Presiden telah menanyakan di mana Na Na mendapatkan sapu tangan tersebut. Tetapi Na Na tidak memberitahukan kepada Presiden. Ibu Yoon Sung terkejut mendengarnya dan menyuruh Na Na untuk tidak memberitahukan kepada Presiden. Setelah menutup telpon ibu Yoon Sung berfikir kalau Presiden menanyakan hal itu pasti karena suatu alasan.
Ibu Yoon Sung berjalan di sekitar rumah sakit dan tiba-tiba melihat Jae Man sedang berbicara dengan anak buahnya. Ibu Yoon Sung langsung berhenti dan bersembunyi dan mengintip Jae Man. Ibu Yoon Sung sangat lega melihat Jae Man akhirnya pergi dari rumah sakit.

=Flashback =
Ketika Ibu Yoon Sung sedang hamil dan memeriksakan kandungannya ke dokter, ternyata Jae Man sudah menunggu di luar. Jae Man menyuruh ibu Yoon Sung untuk menggugurkan anaknya (Yoon Sung). Ibu Yoon Sung sangat terkejut mendengarnya dan mengatakan kalau anak yang dikandungnya adalah anaknya dan akan membesarkannya.
Jae Man menghina ibu Yoon Sung dengan mengatakan kalau ibu Yoon Sung hanyalah pekerja bar dan akan menyulitkan masa depan Eung Chan (presiden) dan karena ibu Yoon Sung, Eung Chan meninggalkan keluarganya.
Ibu Yoon Sung mengatakan kalau Eung Chan tidak tahu ibu Yoon Sung hamil dan meminta Jae Man untuk tidak memberitahukan Eung Chan. Jae Man memaksa ibu Yoon Sung menerima uang dan tetap memaksa ibu Yoon Sung untuk menggugurkan anaknya dan mengancam ibu Yoon Sung untuk jangan sekali-kali muncul dihadapan Jae Man karena Jae Man tidak akan menjamin ibu Yoon Sung akan hidup jika muncul dihadapan Jae Man.
=Flashback end=

Ibu Yoon Sung masih ketakutan mengingat kejadian itu. Ibu Yoon Sung memegang dadanya dan mengatakan bahwa dirinya tidak bisa bertemu dengan Jae Man dalam kondisi sakit seperti ini.
Sedangkan di kediamannya, Jin Pyo memandang foto dirinya dan sahabatnya, Mu Yeol. Jin Pyo tahu sahabatnya dulu menyelamatkan ibu Yoon Sung yang hendak bunuh diri karena hamil.
“Walaupun Yoon Sung bukan anak biologismu, kau berniat membesarkannya sebagai anakmu sendiri. Bisakah kau mengerti aku? Jikapun kau tidak bisa, aku tetap tidak bisa menghentikan dendam ini”.
Ibu Yoon Sung kembali ke kamar sterilnya dan dikejutlan dengan kedatangan Shik Joong, dan Shik Joong pun memperkenalkan dirinya. Ibu Yoon Sung pun berterimkasih kepada Shik Joong karena telah menjaha Yoon Sung.
Tujuan Shik Joong datang karena Yoon Sung memintanya memberikan foto ayah Yoon Sung (Mu Yeol). Ibu Yoon Sung memadang foto Mu Yeol
“Yoon Sung selalu memadanng foto ayahnya saat di merasa rindu. Akan lebih bagus seandainya dia masih hidup” ujar Shik Joong.
Ibu Yoon Sung menahan Shik Joong, dan menyerahkan sapu tangan yang sudah di rajut ibu Yoon Sung.

Sementara itu, Yoon Sung masih saja teringat dengan peristiwa tadi. Seandainya saja yang mengenai dada Na Na bukan cat tapi peluru? Yoon Sung semakin mencemaskan keselamatan Na Na.
Ki Joon tergopoh-gopong masuk ke ruangan dan berteriak panik karena ada kejadian yang menegangkan yang baru saja terjadi. “Kau telat!”ucap kepala penjaga.
“Beruntungnya Presiden tidak apa-apa, dan tidak ada yang terluka”jelas Kepala Penjaga.
“Aku tidak bisa membayangkan jika istriku seorang pengawal!”geleng Ki Joon, “Sepanjang hari aku hanya diliputi ketakutan, bagaimana bisa kau hidup seperti itu?”
‘Go Ki Joon! Apa kau menyukai seseorang di bagian pengawal?”

Ki Joong langsung mengelaknya, dan Yoon Sung terlihat cemas luar biasa. Kata-kata Ki Joon menohok Yoon Sung.
Yoon Sung mengeluh kepalanya sakit dan meminta ijin ke ruang kesehatan. Di sana dia hanya berjalan mondar-mandir merenung. Yoon Sung melihat Na Na berjalan ke toilet, dan Na Na tidak menyadari sosok Yoon Sung.
Di toilet, Na Na membersihkan seragamnya yang terkena cat. Dan teringat perkataan Yoon Sung.
Berapa lama kau akan menyimpan kenangan orang yang sudah mati?jatuh cinta kepada seroang wanita di dunia ini, bukan sesuatu yang aku bayangkan sebelumnya, karena itu kau harus melepaskanku”.
Na Na menghela nafas berat mengingat semuanya.
Presiden sedang menyendiri di sebuah bioskop pribadi, perlahan Jin Pyo menghampirinya. Presiden tidak terkejut maupun takut dengan kedatangan Jin Pyo.
“Lee Kyung Hwan, Seo Yong Hak, Kim Jong Shik tidak bisa disalahkan begitu saja. 28 tahun yang lalu, misi penyapuan bersih aku akan mengeksposnya. Apa yang dikatakan Cheon Jae Man adalah sebuah kesalahan”jelas Presiden tanpa memandang Jin Pyo.
“Sepertinya anda tidak hanya menerima kejutan hari ini, walaupun anda berusaha menyembunyikan kenyataan. Anda tidak bisa mencegah aku untuk mengeskposnya!”jawan Jin Pyo dingin.
“Jin Pyo!”
“Setiap malam, aku masih bisa mendengar erangan mereka. 28 tahun aku memimpikan untuk membalas dendam!”
Jin Pyo mengingatkan Presiden untuk tidak membukanya di publik karena dia merasa akan tidak tidak berarti dendamnya selama ini. Jin Pyo mengungkapkan dirinya akan mencoba mengerti tindakan mereka 28 tahun saat ‘meninggalkan’ tentara khusus, jika mereka punya alasan kuat, namun Jin Pyo diliputi rasa amarah setelah mengetahui apa yang dilakukan oleh ke 5 orang tersebut.
“Tunggulah, kau akan menerima hadiah kejutan dariku”ucap Jin Pyo.
“Kenapa kau membawa kabur anak Kyung Hee?”
Langkah Jin Pyo terhenti mendengar pertanyaan presiden, lalu tersenyum tipis. Dan kenapa Presiden bisa mengenal ibu Yoon Sung?

Young Joo mencoba berfikir, karena semula dia berfikir dokumen rahasia ada di tangan Lee Jin Pyo, namun nyatanya telah raib. Lantas siapa yang mencurinya?
Pikiran Young Joo pun melayang saat menggebrek pertemuan Jin Pyo dan Jae Man disebuah restoran tertutup, dan beberapa pejabat untuk menerima suap. Young Joo pun terpikir, apa semua ini untuk membalas dendam?
Perusahaan He Won Group sedang dalam kondisi dililit hutang. Namun akan mendapat pinjaman dari investor, dan menggunakan perusahaan cabang Hae Won lain untuk membayarnya. Young Joo melihat pimpinan Hae Won Construction adalah Steve Lee. Apa artinya ini? Young Joo belum menemukan jawabannya.
Semuanya diinterupsi dengan datangnya atasan Young Joo. Lalu saat melihat Young Joo sedang melihat informasi mengenai Cheon Jae Man, atasan Young Joo terlihat jengkel. Young Joo sudah diperingatkan untuk tidak ikut campur dengan kasus tersebut.
Atasann Young Joo memintanya untuk memberesi barang-barang Young Joo, diberitahukan Young Joo akan dipindah tugaskan.
Perdebatan Young Joo dan atasanya di potong dengan datangnya staf Young Joo yang membawa berkas dokumen yang dikirim City Hunter.
“Mulai hari ini, jaksa Kim akan dipindah tugas. Serahkan kepada jaksa lain!”
“Serahkan kepadaku!”perintah Young Joo. “Berikan kepadaku!”perintah atasan Young Joo.
Staf Young Joo kebingungan. Akhirnya dia membacakan untuk Young Joo dan atasannya.
Isi dokumen itu mengenai hasil dari Lembaga Lingkungan Hidup dari limbah perusahaan Hae Won. Staf Young Joo langsung menyerahkan hasilnya ke Young Joo, City Hunter bahkan menyerahkan surat perjanjian antara pekerja yang terluka dengan perusahaan. Young Joo langsung melesat pergi.
Yoon Sung mengunjungi Da Hye yang sedang bekerja di kedai kopi. Da Hye menyuguhkan kopi. Yoon Sung tak menyangka Da Hye mampu bertahan sebagai pekerja di tempat itu.

Young Joo menerobos masuk, dan tanpa basa-basi langsung duduk dihadapan Yoon Sung. Da Hye langsung terpana, karena Young Joo bersikap sopan terhadap Da Hye. Langsung berubah haluan.
"Bagiku, cinta bisa berubah. Aku menyukai pria yang lembut, guru terlalu kasar!". Da Hye langsung bersemu merah di depan Eun Ah.
Kembali ke Yoon Sung dan Young Joo. Jaksa Young Joo menyinggung rencana Yoon Sung yang berinvestasi bersama Steve Lee, dan Steve Lee yang dekat dengan Cheon Jae Man.
“Hae Won, tampak sempurna di luar namun rapuh di dalam. Keuangan yang sedang morat-marit”ucap Young Joo sambil memperagakan dengan tumpukan barang.
“Benarkah? Untungnya aku tidak membeli saham mereka”

Young Joo mengemukakan pandangannya mengapa Steve Lee mengambil alih Hae Won Contruction, karena dia berniat menghancurkan Hae Won secara keseluruhan. Hae Won group memberikan seluruh perusahaan cabang sebagai jaminan kredit dana. Dan saatnya tiba, Steve Lee (Jin Pyo) akan menghancurkan seluruh Hae Won.

Yoon Sung hanya tersenyum dan pergi meinggalkan Young Joo begitu saja tanpa mengucapkan kata-kata. Young Joo ikut tersenyum kecut.
Na Na datang dan hanya berselisihan jalan dengan Yoon Sung. Na Na berniat membeli kopi. Da Hye memberitahu adanya Young Joo ke Na Na, sontak senyum Na Na hilang melihatnya. Young Joo rupanya juga melihat Na Na.

Na Na kembali ke kantor Presiden, dan menyuguhkan kopi yang tadi dibelinya kepada Presiden. Na Na memberitahu bahwa itu kopi buatan Da Hye. Presiden tersenyum senang.
Young Joo menghampiri Na Na yang sedang berjalan pulang. Na Na sempat kaget dengan kehadiran Young Joo.
“Apa yang anda ingin bicarakan?”ucap Na Na dingin, “Kumohon, berpura-puralah tidak mengenalku”. Na Na hendak melangkah pergi.
“Kata-kata maaf yang belum aku katakan kepadamu, aku tahu saat di kantor kejaksaan kau pasti terkejut. Aku tidak sempat menjelaskannya karena masalah diriku dan ayahku. Aku tahu ini tidak penting, hanya saja aku minta maaf”ujar Young Joo tulus.
“Ini bukan salah jaksa. Aku tahu perasaan jaksa yang juga sulit, sehingga berpurapura sebagai long-legs ahjussi. Hanya saja, aku sulit melupakannya”

Na Na tidak bisa menahan emosinya saat mengingat kata-kata Kim Jong Shik yang meremehkan kecelakaan ayahnya, dan menyebabkan ibunya mati. Dan menutup mata atas kejadian semuanya. Na Na tidak tahu harus bagaimana saat mengetahui jaksa Young Joo anak dari Kim Jong Shik.

Young Joo tertunduk, perasaannya campur aduk dan hanya mengucapkan kata-kata maaf dengan lirih kepada Na Na.
Di klinik, Na Na mengajak Soo Hee minum soju. Soo Hee langsung tahu Na Na sedang ada masalah. Na Na menyinggung sedikit mengenai long legs-ahjusi.
“Apa kau sudah tahu bahwa jaksa Young Joo adalah long legs-ahjussi dan anak dari direktu Kim Jong Shik?”tanya Soo Hee hati-hati.
Na Na mengira Soo Hee tahu setelah melihat berita. Soo Hee mengakui bahwa dia sudah mengetahuinya sejak lama.
“Aku tidak ingin menyembunyikannya darimu, Kim Young Joo adalah bekas suamiku”. Soo Hee benar-benar meminta maaf karena menyembunyikannya selama ini dari Na Na.

Kim Na Na terhenyak dan tidak tahu harus berkata apa. Dia hanya melanjutkan minumnya.
Yoon Sung seperti biasanya, duduk sendiri di ruang kerjanya. Dia membuka dan mengambil kalung peluru dan cincin dari ibunya. Terdengar panggilan dari Soo Hee.

Terlihat Na Na sudah mabuk berat tak sadarkan diri saat Yoon Sung datang. Soo Hee sengaja menghubungi Yoon Sung untuk mengantar Na Na pulang.
Yoo Sung membopong Na Na kembali ke rumahnya. Sepanjang perjalanan, Yoon Sung hanya terdiam seribu bahasa, sedangkan Na Na masih tertidur.
Setelah sampai dikediaman Na Na, Yoon Sung langsung merebahkan Na Na di tempat tidur. Yoon Sung duduk dan hanya memandang Na Na.
"Kenapa kau minum alkohol? Apa karena aku? Aku merasa seperti orang bodoh. Akulah yang menyuruhmu pergi. Tapi aku tidak bisa mencegah diriku. Aku tidak bisa menyerahkan dirimu ke orang lain. Tapi aku juga tidak bisa memintamu berada di sisiku! Kim Na Na, jaga dirimu baik-baik"ujar Yoon Sung. Yoon Sung segera pergi meninggalkan Kim Na Na.
Chun Jae Man bertemu dengan presiden. Presiden menegur Chun Jae Man yang memiliki hubungan dengan Lee Jin Pyo, Presiden menyuruh Chun Jae Man untuk segera berhenti. Chun Jae Man meremehkan kata-kata presiden yang dianggapnya mencoba menggunakan kekuasaannya untuk menekan bisnisnya. Chun Jae Man berkata pada Presiden kalau jaksa Young Joo mencoba mencari tahu tentang dokumen rahasia yang memuat tentang kejadian pada tahun 1983. Chun Jae Man berkata pada presiden untuk segera memberi pelajaran pada jaksa Young Joo. Presiden berkata pada Chun Jae Man untuk tidak menyentuh jaksa Young Joo, dan dia sendiri yang akan memberitahukan pada publik tentang peristiwa yang terjadi pada tahun 1983.

Jaksa Young Joo berada di kantornya dan membereskan semua barang-barangnya. Jang Pil Jae berkata pada Young Joo kalau diturunkannya Young Joo dikarenakan mereka telah menginvestigasi Industri Kimia Hae Won. Jang Pil Jae berkata kalau Chun Jae Man memiliki kekuasaan dan hubungan dengan orang-orang penting. Young Joo yang sedang membereskan barangnya dan melihat catatan kasus City Hunter sangat kecewa dan merobek catatan itu. Jaksa Young Joo membawa barang-barangnya ke mobil dan bersiap untuk meninggalkan kantornya.
Tiba-tiba ada seseorang yang mencegahnya pergi. Kepala jaksa datang dan mengatakan kalau Young Joo tidak boleh pergi dan menambahkan kalau kepindahan Young Joo telah ditolak, dan Young Joo harus tetap berada di kantor Kejaksaan Seoul dan melanjutkan kasus City Hunter dan Chun Jae Man. Young Joo yang mendengarnya sangat senang.

Ternyata orang yang berada di balik gagalnya kepindahan Young Joo adalah presiden. Presiden menelpon dan memerintahkan untuk tidak memindahkan jaksa Young Joo. Yoon Sung yang sedang berada di kantor presiden mendengar semuanya.
"Maaf, Dr. Lee Yoon Sung. Telah membuatmu menunggu, aku sedang menelpon"ucap Presiden.
"Tidak apa-apa. Jaksa yang kau sebut tadi apakah jaksa Young Joo?"tanya Yoon Sung
"Kau tahu dia?"tanya presiden balik.
Presiden menyuruh Lee Yoon Sung untuk mengjarinya menggunakan beberapa program komputer. Lee Yoon Sung mengajarkan pada Presiden bagaiman cara mengeprint foto dengan menggunakan smartphone. Yoon Sung mencetak sebuah foto presiden. Presiden meminta Yoon Sung untuk mencetak satu atau dua foto Da Hye karena presiden ingin memasangnya di mejanya.
"Anda benar-benar ayah yang baik"puji Yoon Sung
"Ah itu hanya 20 persen aku rasa. Tidak sebaik ayahmu, yang membesarkanmu menjadi seperti ini lalu mengirimu ke Korea"puji Presiden.
Yoon Sung mendengarnya hanya tersenyum.
Anak buah Jin Pyo menemui Yoon Sung dan memberikan jadwal kegiatan Jin Pyo. Akan ada pertemuan dengan anggota kongres di klub kesehatan Hae Won.
"Mengapa kau melakukan ini?"tanya Yoon Sung heran.
"Karena aku tidak mengerti tentang maksud Jin Pyo? Kita memiliki copian dokumen rahasia, dengan mempublikasikan itu, semuanya akan segera selesai, dan mereka dapat membayar semuanya. Tapi mengapa Lee Jin Pyo malah bekerja sama dengan Chun Jae Man?"ucap anak buah Jin Pyo kecewa.
"Aku sangat mengenal ayahku, dibalik itu semua dia pasti memiliki rencana yang bagus"ucap Yoon Sung.
Anak buah Jin Pyo menambahkan bahwa nanti malam Jin Pyo akan bertemu dengan Chun Jae Man dan dua orang pejabat publik. Jin Pyo dan Chun Jae Man berusaha menyogok mereka dengan uang senilai 30 juta won yang berada dalan kantung yang berisi rumput laut.
Chun Jae Man mendapatkan telepon dari seorang investor Hae Won industri kimia yang berkata untuk segera mengembalikan pinjaman uang yang telah dipinjam. Jika Chun Jae Man tidak segera mengembalikannya Hae Won Contruction akan segera bangkrut.
"Bagaimana bisa aku tidak tahu apapun mengenai pinjaman?!"teriak Chun Jae Man.
"CEO Hae Won Contruction sendiri yang datang dan membicarakan mengenai hal itu"
Inverstor itu meminta Chun Jae Man untuk melunasi hari itu juga, karena batas terakhir pembayaran, Jae Man emosi bagaimana bisa menyediakan uang 30 Milyar Won dalam sehari?. Investor tersebut segera menutup pembicaraan.
"Lee Jin pyo beraninya kau menghancurkanku! Kau melakukan ini bukan untuk mengambil alih perusahaanku tapi kau ingin membuat aku menjadi pengemis!"
Anak buah Chun Jae Man datang dan menanyakan apa yang terjadi, tapi Chun Jae Man hanya terdiam. Jin Pyo datang menghampiri Chun Jae Man dan berkata agar Chun Jae Man masuk karena dua orang penting sudah berada di dalam untuk bertemu. Tapi Chun Jae Man menyuruh Lee Jin Pyo untuk masuk terlebih dahulu.
"Lee Ji Pyo beraninya kau, kau akan segera mati"gumam Chun Jae Man marah.
Chun Jae Man dan Lee Jin Pyo bertemu dengan dua orang anggota kongres. Chun Jae Man berkata kalau mereka harus mendukung presiden untuk menyetujui biaya pendidikan setengah harga dan menyetujui perubahan tentang sekolah hukum privat. Salah seorang anggota kongres yang mendengar itu berkata.
"Kalau itu adalah permintaan Presiden kita harus memikirkannya"ujarnya
Lee Jin Pyo berdiri dan mengucapkan terima kasih pada dua orang anggota kongres tersebut dan berkata untuk mengambil bingkisan yang berada dalam loker mereka. Chun Jae Man yang mendengar itu menjadi marah.
Yoon Sung menyelinap ke ruang loker, dan menjebol kunci loker, dan saat akan membuka Yoon Sung buru-buru bersembunyi karena rupanya anak buah Chun Jae Man juga ke ruang loker tersebut. Yoon Sung berdiri dibalik kaca, anak buah Jae Man merasa ada orang lain, Yoon Sung berjalan ke arah berlawan dari anak buah Jae Man. Dan saat berhadapan, Yoon Sung langsung menghajarnya.
Yoon Sung berusaha memasuki ruang loker untuk mengambil uang yang telah diberikan Jin Pyo kepada dua orang pejabat publik tersebut. Ketika berhasil membuka loker tersebut Yoon Sung terkejut.
Jaksa Young Joo yang sedang bersama Jang Pil Jae menyimpulakan kalau Jin Pyo dan Chun Jae Man pasti terlibat sebuah konspirasi. Ketika jaksa Young Joo lewat di dekat meja informasi, jaksa Young Joo melihat bahwa petugas informasi tidak sadarkan diri. Young Joo menyimpulkan bahwa itu semua adalah perbuatan City Hunter.
Young Joo segera masuk ke dalam ruang loker dan menemukan seorang juga tidak sadarkan diri. Young Joo segera menelpon Ki Joon untuk memastikan kalau Yoon Sung tidak berada dalam Blue House. Young Joo segera pergi ke Blue House.
Lee Jin Pyo menemui dua orang anggota kongres dan mengatakan kalau pemberiannya di pindahkan, tidak ada dalan loker tetapi dalam mobil masing-masing. Kedua pejabat ini langsung berterima kasih pada Jin Pyo. Jin Pyo segera menghampiri anak buahnya.
"Mengapa ekspresi wajahmu seperti itu?"tanya Jin Pyo
"Mengapa kau menyuap anggota kongres tersebut? Alasanku begabung denganmu adalah...."ujar anak buah Jin Pyo
"Aku tahu untuk mengembalikan reputasi sersan Gim Sang Jin (kakak anak buah Jin Pyo) "lanjut Jin Pyo.
Jin Pyo menjelaskan kalau dia akan membuat Chun Jae Man dibawah kontrolnya. Tiba-tiba ada sebuah telepon masuk di hp anak buah Jin Pyo.

Anak buah Chun Jae Man menelpon anak buah Jin Pyo untuk menyamar dan memberitahu kalau ada sebah kebocoran gas di rumah Jin pyo. Jin Pyo menyuruh anak buahnya untk pergi terlebih dahulu, karena dia harus menyelesaiakan beberapa masalah.

Jaksa Young Joo menunggu di depan Blue House. Young Joo mencegat kepala pengawal, Kepala Informasi Blue House , Ki Joon dan Shin Eun Ah yang sedang jalan bersama.
"Aku ingin menanyakan tentang Lee Yoon Sung"ujar Young Joo
"Bersama Ki Joon, mereka berdua sangat terkenal. Jika kau berada di tempat latihan judo, telingamu akan sangat sakit karena mendengar teriakan mereka berdua, selain dilihat dari prestasi akademiknya, mereka berdua sangat lemah"ujar Eun Ah blak-blakan.
"Mengapa kau menanyakan tentang dia?"tanya Kepala Pengawal.
"Tidak, hanya ada sedikit masalah"ucap Young Joo.
Lee Yoon Sung datang sambil sedang menelpon anak buah Jin Pyo.

Anak buah Jin Pyo berkata kalau uang tersebut sudah dipindahkan ke mobil masing-masing pejabat itu. Yoon Sung berkata agar dia diberitahu lagi jika ada rencana ayahnya yang lain. Yoon Sung tiba di Blue House, anak buah Jin Pyo berkata kalau ada masalah dengan kebocoran gas di rumah Jin Pyo.
Yoon Sung berjalan tidak menyadari kehadiran Young Joo yang langsung mencegatnya, melihat Young Joo, Yoon Sung teringat tentang kejadian yang sama hampir menimpa Young Joo. Seketika itu Yoon Sung hendak pergi, namun Young Joo menahan Yoon Sung.
Lee Yoon Sung segera berbalik dan akan pergi tapi dicegah oleh Young Joo. Dengan sigap Yoon Sung menghantam Young Joo dan membantingnya ke tanah dan langsung pergi. Shin Eun Ah, Ki Joo dan kepala informasi Blue House heran melihatnya. Kepala pengawal segera menolong Young Joo.
Jin Pyo yang berada di rumah dikepung oleh anak buah Chun Jae Man, Jin Pyo melawan mereka sendirian. Namun Jin Pyo kalah jumlah, sehingga dia hampir kalah, dia langsung bangkit lagi. Anak buah Cheon Jae Man masuk dan mendatangi Jin Pyo, dia mengeluarkan pisau dan siap untuk membunuh Jin Pyo.

Yoon Sung datang dan segera menolong Jin Pyo. Dan menghajar satu persatu. Akhirnya untuk sekian lama, Yoon Sung dan Jin Pyo bersatu melawan musuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Download youtube Video