Pages

Subscribe:

Rabu, 11 Januari 2012

City Hunter - Episode 3

[City Hunter Episode 3]

Yoon Sung dan Na Na masih berada di Yayasan SunShine Walfare. Na Na berkata dia akan pergi ke kamar mandi. Di sisi lain Yoong Sung curiga melihat Shim Jye Dong sedang menghancurkan kertas.
Yoon Sung pergi ke suatu tempat dengan membawa sampah yang berisikan kertas lalu membakarnya, membuat banyak asap. Lalu dia pergi menyalakan alarm kebakaran, semua orang yang berada dalam gedung itu pun panik dan segera meninggalkan gedung tersebut, termasuk Shim Jye Dong.
Setelah melihat Shim Jye Dong dan semua orang pergi meninggalkan ruangannya, Yoon Sung berusaha kembali ke ruangan Shim Jye Dong. Dengan cekatan dia meniti pagar pembatas untuk menghindari kamera CCTV (keren banget...-nana rf-). Dia lalu mengambil sebuah file dan meggunakan kesempatan itu untuk melihat dan memotret dokumen daftar anak yang memperoleh bantuan, dan tak lupa mengambil kertas-kertas yang telah dihancurkan oleh Shim Jye Dong.
Kim Na Na yang berlari keluar dan tidak menemukan Yoon Sung, panik dan akan kembali masuk ke dalam gedung, tapi tiba-tiba Yoon Sung sudah berada tepat di belakangnya.
"Hey"sapa Yoon Sung mengagetkan Na Na.
"Woo..Kau membuatku kaget. Wah kau sangat kejam, bahkan kau tidak mencari aku dan hanya peduli dengan keselamatanmu sendiri"ujar Kim Na Na kaget.
"Aku juga memiliki kehormatan, bagaimana mungkin aku masuk ke kamar mandi wanita. Ayo pergi"jawab Yoon Sung.
"Apa yang kau bawa itu?"tanya Na Na melihat kertas sampah yang dibawa Yoon Sung.
"Ini digunakan untuk menutup hidung dari asap"jawab Yoon Sung tenang.
Yoon Sung dan Na Na berjalan menuju mobil, mereka berjalan melewati Shim Jye Dong. Shim Jye Dong melihat bungkusan plastik yang dibawa Yoon Sung dengan curiga.
Di ruang kerjanya, Yoon Sung mulai mengeluarkan dan merangkai satu per satu kertas yang dihancurkan Shim Jye Dong (wuah keren banget rajin ngegabungin kertas-kertas yang sudah masuk mesin penghancur -nana rf-).
Kemudian dia membandingkan dengan data-data yang dia ambil dengan kameranya. Yoon Sung menemukan data-data yang berbeda dengan data-data yang dilihatnya.
"Mi Jin dan Do Jin tidak ada dalam kertas-kertas yang dihancurkan, tetapi dalam kertas laporan yang didapatkan Yoon Sung terdapat Mi Jin dan Do Jin. Banyak orang yang melakukan cuci uang sementara banyak anak-anak kelaparan".
Yoon Sung pun teringat ketika Shim Jye Dong sedang menghancurkan kertas-kertas tersebut, dia geram.
Tiba-tiba telepon dari ipadnya berdering, ternyata telepon tersebut merekam pembicaraan antara Lee Kyung Hwan dengan Shim Jye Dong, karena sebelumnya telepon genggam Lee Kyung Hwan telah dipasang semacam alat perekam. Yoon Sung segara pergi dengan mobilnya.
Shim Jye Dong mengatakan pada Lee Kyung Hwan kalau uang sejumlah 2 miliar berhasil ditarik keluar dari dana darurat, dan sudah berhasil disimpan dalam lima akun bank yang tidak diketahui, dia juga telah memberikan sejumlah uang tunai yang dapat diambil dan digunakan oleh Lee Kyung Hwan.
Lee Kyung Hwan pun berjanji akan mengatakan kepada wakil presiden untuk mempromosikan Shim Jye Dong. Lee Kyung Hwan mengatakan pada Shim Jye Dong untuk memberikan semua uang yang digunakan untuk anak-anak dan lansia kepadanya. Di sisi lain Yoon Sung mendengarkan pembicaraan mereka.
Shim Jye Dong yang keluar dari suatu tempat setelah melakukan transaksi tadi, tiba-tiba Yoon Sung datang dan mengambil dompet yang dibawa Shim Jye Dong.

Shim Jye Dong segera mengutus anak buahnya untuk menghentikan Yoon Sung, tapi Yoon Sung dapat dengan mudah mengalahkan semua anak buah Shim Jye Dong.
Di kantor kejaksaan Young Joo bertengkar dengan atasannya karena Young Joo tidak memiliki bukti yang cukup untuk menangkap Lee Kyung Kwan.
Ketika Young Joo berada di ruanganya, datang sebuat paket untuknya. kiriman tersebut berisi bukti-bukti yang berhasil dikumpulkan oleh Yoon Sung tentang korupsi Lee Kyoung Kwan. Berupa daftar anak yang menerima bantuan, rekening, foto juga rekaman percakapan antara Lee Kyung Kwan dan Shim Jye Dong.

Pemberitahuan penangkapan Lee Kyung Wan pun diumumkan pihak kejaksaan. Namun rupanya tak mudah menangkap seorang anggota dewan. Perlu persetujuan parlemen untuk menangkapnya. Lagi pula rupanya bukti-bukti yang didapat dari Yoon Sung tidak bisa diungkapkan ke publik (mungkin karena cara memperolehnya tidak pakai ijin -nana rf-).

Jaksa Young Joo beserta staff lain segera pergi ke gedung pertemuan parlemen.
Di hadapan anggota dewan Lee Kyung Wan memberikan pidato pembelaan dirinya.
Yoon Sung mendengarkan sidang itu dari loby sedangkan para jaksa mendengarkannya di ruang terpisah. Jin Pyo juga mengamati peristiwa itu melalui televisi dari tempatnya.
Dalam pidatonya terus menekankan bahwa selama 20 tahun dia berada dalam pemerintahan tidak pernah mengambil uang secara ilegal.
"Tidak satu sen pun saya mengambil uang rakyat!”kata Lee Kyung Kwan.
Yoon Sung merasa muak mendengarnya.
"Sebenarnya berapa besar sih 1 sen menurutmu itu!"
Selesai pidato, para anggota dewan diminta melakukan voting mengenai bisa tidaknya Lee Kyung Kwan ditahan. Hasil voting sungguh mengecewakan dari 287 anggota dewan hanya 11 yang setuju penahanan dan sisanya mendukung Lee Kyung Kwan.
Lee Kyung Kwan dinyatakan tidak bersalah. Jaksa Young Jo dan Yoon Sung kecewa mendengar keputusan itu. Begitupun Jin Pyo yang melihatnya marah. Hingga gelas yang digenggamnya pecah karena geram.
Lee Kyung Kwan yang keluar dari gedung, mengatakan dengan arogan bahwa di Korea Selatan hukum dan keadilan masih berlaku. Dia mengatakannya di depan para wartawan yang meliputnya. Jaksa Young Joo menghampiri Lee Kyung Kwan. Lee Kyung Kwan mengatakan sebaiknya Jaksa Young Joo lebih berkonsentrasi untuk menangkap kriminal.
"Kau dibayar untuk menangkap kriminal bukan orang sepertiku"kata Lee Kyung Kwan sombong (kesel banget nih liatnya -nana rf)
Lee Kyung Kwan langsung pergi meninggalkan Young Joo. Teman serekan Young Joo kesal melihat tingkah laku Lee Kyung Kwan yang berpura-pura baik.
Dalam mobil Lee Kyung Kwan berbicara dengan Shim Jye Dong. Shim Jye Dong melaporkan tentang ciri-ciri orang yang telah mengambil dompet yang dibawa Shim Jye Dong. Shim Jye Dong mengatakan bisa jadi orang yang mengambil dompet tersebut adalah orang yang sama yang mengatakan bahwa dia tidak mengerti mengapa dua orang anak kecil yang dibawah kesejahteraan masih juga kelaparan. Shim Jye Dong menduga bahwa yang mengambil dompet itu orang yang sama.
Di lapangan tembak, para staff keamanan sedang berlatih menembak. Yoon Sung menembak dengan perasaan marah karena dia masih ingat Lee Kyun Wan yang bisa lepas begitu saja. Tembakannya begitu jitu, hasil tembakannya mengenai satu titik yang sama berulang-ulang.
Teman-teman Yoon Sung memerkan hasil tembakan mereka, ketika melihat papan tembak Yoon Sung yang hanya ada satu lubang, sontak mereka menertawakan Yoon Sung dikiranya hanya menembak satu tembakan dan yang lainnya meleset! Padahal dia menembak berkali-kali dan hanya satu titik!
Malam harinya Yoon Sung makan bersama Mi Jin dan Doo Jin. Yoon Sung membagi makanannya dengan mereka. Yoon Sung membagi nasi untuk Mi Jin dan Doo Jin sedangkan lauknya Yoon Sung yang memakannya. Na Na yang datang membawa sup kimchi untuk anak-anak dan melihat Yoon Sung yang terus memberikan nasinya untuk Mi Jin dan Doo Jin menjadi kesal. Na Na meninju Yoon Sung
Mi Jin mengatakan karena dia alergi makanya Oppa membantu untuk memakannya.
"Mengapa kau selalu saja mendahulukan tinjumu daripada bicara"protes Yoon Sung.
Mi Jin memuji masakan Na Na, Yoon Sung pun tidak percaya kalau Na Na yang membuatnya.
"Enak khan? mirip dengan masakan rumah ibumu khan?"kata Na Na
Yoon Sung sensitif mendengar kata-kata "ibu". Na na heran melihat raut muka Yoon Sung berubah...
Jaksa Young Joo merasa sangat "lelah" dia lalu pergi menemui seseorang. Orang yang didatanginya adalah mantan kekasihnya Jin So Hee.
Young Joo merasa kalau hanya So Hee lah yang mengerti hatinya. So Hee berkata bukankah kita putus karena aku tidak bisa mengerti hatimu. Young Joo tersenyum mendengar pernyataan So Hee. Mantan kekasih Young Joo ini sepertinya mengenal dan sedang mencari Na Na
Di rumah, Yoon Sung makan mie sendirian dengan lahapnya. Meja makannya mewah dan panjang dengan banyak kursi namun di rumahnya hanya dia seorang. Setelah selesai dia teringat rumah Na Na dimana disitu terdapat hasil pengukuran tinggi Na Na yang selalu diukur oleh ayahnya. Yoon Sung melihat sekeliling rumahnya yang mahal dan mewah. Yoon Sung membandingkannya dengan rumah Na Na yang penuh coretan dan dekorasi ditembok, sederhana namun hangat. Yoon Sung pun mencoba berteriak, hanya terdengar pantulan suaranya sendiri. Sepi..
Yoon Sung yang kesepian menelpon Baek Shi Joong. Yoon Sung berkata bahwa dia bertemu dengan Na Na. Shi Joong pun meminta bantuan Yooon Sung untuk selalu membantu Na Na jika dia kesusahan.
Shi Joong bertemu denga Jin Pyo dan membawa kotak yang berisi banyak emas batangan. Jin Pyo menyuruh Shi Joong untuk pergi ke Korea menemui Yoon Sung. Shik Joong juga menasehati Jin Pyo, sang kapten untuk melupakan balas dendamnya. Namun Jin Pyo tak mengindahkannya. Shi Joong melihat ke arah meja Jin Pyo dan melihat beberapa foto ibu kandung Yoon Sung dan bertanya pada Jin pyo kalau ibu kandung Yoon Sung masih hidup.
Lima sekawan termasuk Lee Kyung Kwan dan presiden bertemu. Kyung Kwan berkata seorang jaksa muda yang ambisius melakukan suatu kesalahan. Salah satu yang ikut berkumpul adalah ayah dari jaksa Yong Joo meminta maaf atas kelakuan anaknya.
Tapi presiden membela jaksa Young Joo dan menganggap bahwa jaksa itu hanyalah melaksanakan tugasnya. Presiden juga berharap bahwa salah satu dari mereka ataupun keluarganya tidak ada yang tersangkut kasus korupsi. Lee Kyung Kwan berusaha meyakinkan presiden bahwa dia tidak bersalah.
Salah satu anak buah Lee Kyung Kwan mengatakan bahwa orang yang telah mengambil dompet itu ada hubungannya dengan dua orang anak. Lee Kyung Kwan terus menyuruh anak buahnya untuk mencari orang tersebut dan meminta agar kedua anak tersebut untuk dibawa di hari ulang tahun publik.
Di ruangan yang penuh kayu, presiden sedang membuat sesuatu benda dari kayu karena dia merasa lebih tenang. Da Hye menghampiri ayahnya dan meminta seorang tutor untuknya. Tapi ayahnya ragu dan meminta Da Hye untuk bertanya pada ibuya lebih dahulu.
Pagi harinya, Na Na berlari menuju kantornya karena terlambat.Yoon Sung melihatnya dan memberhentikan mobilnya.
"Kau terlambat ya!"ejek Yoon Sung.
Na Na awalnya mengira bahwa Yoon Sung akan memberikannya tumpangan. Ternyata tidak, Yoon Sung malah mengunci pintu mobilnya.
"Apa nanti omongan orang kalau aku ketahuan pergi bersama denganmu"celetuk Yoon Sung
dan Yoon Sung meninggalkannya Na Na begitu saja yang keki.
Sesampainya di kantor, Na Na mendapati Da Hye yang sedang berada di samping mobil Yoon Sung memohon agar Yoon Sung mau menjadi tutornya. Yoon Sung terus menolaknya.
Teman sekantor Yoon Sung datang dan menawarkan diri untuk menjadi tutor Da Hye yaitu Ki Joon . Yoon Sung segera meninggalkan Da Hye yang sedang berdiri dengan Na Na. Dengan percaya dirinya Da Hye mengatakan
"Jika anda tidak ingin menjadi tutorku bagaimana jika kau berkencan denganku?",
Na Na dan Yoon Sung kaget mendegarnya. Yoon Sung berbalik dan menghampiri Da Hye dan mengatakan bahwa Da Hye bukanlah typenya.
"Kau ini cuma anak kecil".

Ketika waktu istirahat tiba Yoon Sung yang akan pergi dihampiri Na Na yang mengatakn bahwa Ibu Negara ingin bebicara dengan Yoon Sung. Tapi Yoon Sung menolak dengan alasan bahwa dia sedang ada janji kencan.
Shi Joong sampai di bandara Korea. Dia senang saat dia melihat Yoon Sung yang menjemputnya. ternyata Yoon Sung punya janji menjemput Shik Joong. Yoon Sung mengajak Shi Joong untuk tinggal di rumahnya.
Suatu ketika Shik Joong menyiapkan kopi untuk Yoon Sung yang sedang sibuk merencanakan misi dengan ipadnya.
"Ini kopi Thailand kesukaanmu",
Yoon Sung mencicipinya
"Kok terasa pahit ya?"
"Wuah seleramu juga sekarang berubah ternyata"
"Karena aku terbiasa kopi manis buatannya"kata Yoon Sung lirih.
Yoon Sung lalu mengingatkan Shik Joong agar besok tak lupa membantunya. Shi Jung siap membantu

Na Na yang sedang membantu anak-anak membuat bunga untuk hari ulang tahun besok. Na Na mengirim sms ke Yoon Sung dan berkata bahwa anak-anak besok akan menghadiri acara khusus dan mereka memiliki bagian untuk mengantar bunga.

Keesokan harinya di tempat acara yang digelar Lee Kyung Wan untuk merayakan keberhasilannya lolos dari penahanan.
Lee Kyung Wan bertemu dengan Chun Jae Man dan berkata kalau Jae Man tidak perlu khawatir tentangnya. Anak buah Lee Kyung Wan memberitahu bahwa anak-anak yang mereka tunggu sudah datang. Mi Jin dan Do Jin datang diantar Na Na.
Ketika anak-anak diantar masuk oleh salah satu penjaga, Na Na melihat hasil karya bunga Mi Jin dan Do Jin dibuang ke tempat sampah begitu saja.
Sementara itu, di luar tempat itu Yoon Sung mengamati dari jauh, dan melihat persiapan yang dilakukan Shik Jong untuk melancarkan aksinya.
Tanpa disengaja Na Na bertemu dengan Jaksa Young Joon.
Jaksa Young Joo berbisik pada Na Na
"Acara ini sebenarnya adalah hanya trik untuk publik"
Na Na memberitahu Young Joo kalau sebenarnya dia juga sudah tahu. Di lain sisi, Young Sung dengan sepeda motornya akan melakukan suatu rencana. Dari jauh dia sudah berkoordinasi dengan Shik Joong yang menyamar jadi petugas kebersihan.
Di ruangan Lee Kyung Wan menemui anaknya dan berkata untuk tidak percaya tentang apaun yang dikatakan orang tentang ayahnya. Mi Jin dan Do Jin masuk ke ruangan Kyung Kwan dan melihat anak Kyung Wan ternyata adalah teman satu sekolahnya.

Lee Kyung Wan mencoba mengorek informasi dari Mi Jin dan Doo Jin,
"Kau tahu kakak yang berbadan tinggi dan agak aneh?"tanya Lee Kyung Wan
“Oh mungkin itu kakak..."sahut Doo Jin keceplosan.
Tapi kakaknya menyenggolnya supaya tutup mulut
sebelum selesai tiba-tiba Lee Kyung Kwan mendapatkan telepon dari Yoon Sung.
"Kau mencariku?".
Kyung Wan bingung mencari asal penelepon.
Lalu Yoon Sung mengatakan bahwa dia sendiri yang akan menemui Kyung Wan setelah Kyung Wan melepas anak-anak itu.
Yoon Sung pergi untuk menemui Lee Kyung Wan di tempat yang dijanjikan (kali ini Yoon Sung kok pake kacamata ya -nana rf).
Dia lalu ditahan dan dibawa dua orang bodyguard. Tapi sebelum itu dia sudah meminta bantuan Shik Joong yang mengamatinya dari luar. Kyung Wan menemui Yoon Sung dan mengatakan bahwa tak ada salahnya dia menggunakan uang pajak.
"Tak ada salahnya aku mengambil uang untuk anak dan orang tua, jika aku tidak mengambilnya orang lain yang akan mendahuluinya, masyarakat itu bagai makanan bagiku".
Setelah puas Lee Kyung Wan pergi untuk membuka acaranya.
Di luar sepengetahuan Lee Kyung Wan bahwa Yoon Sung ternyata merekam perkataannya melalui kacamatanya (canggih bener..) Lalu dengan bantuan Shik Joong video itu dikirimkan ke kantornya di Blue House. Dari jauh rupanya Yoon Sung mengendalikan jaringan komputer Blue House.
(wow remote access ya...-nana rf). Sayangnya uri Kwang Soo eh Ki Joon pas saat itu sedang tertidur dia tidak tahu jaringan mereka diakses dari luar -nana rf-.
Video itu tiba-tiba muncul di acara Lee Kyung Wan. Para hadirin yang datang dalam acara tersebut mulai tidak percaya pada Kyung Wan.
Tidak hanya di acara tersebut rupanya video itu serentak disiarkan secara langsung ke masyarakat.
Di lain pihak Yoon Sung mencoba kabur dengan mengalahkan penjaga yang menahannya (keren loh aksinya -nana rf-). Yoon Sung buru-buru pergi dari tempat itu dia lalu dicegat seorang koki bertubuh besar. Koki itu cukup kuat dan berhasil menjatuhkan Yoon Sung.

Dengan segala kekuatan dan kecepatannya Yoon Sung pun bisa mengatasi koki itu dengan bersenjatakan sebuah sendok. Perlawanan koki itu dia akhiri dengan tendangan putar yang indah.
Melihat rekaman ini Young Joo menelepon atasannya untuk minta ijin penangkapan terhadap Kyung Wan. Di lain pihak Jae Man menyuruh anak buahnya untuk membawa Kyung Wan pergi sebelum terjadi masalah lebih besar.

Kyung Wan dan anak buah Jae Man buru-buru pergi dari sana menuju sebuah yacht /boat.
Dari kejauhan Yoon Sung melihat Lee Kyung Wan yang berusaha kabur.
Dari lantai 2 Yoon Sung meluncur turun melalui kawat besi dan berlari mengejar Kyung Kwan. Boat mulai beranjak pergi dengan cekatan Yoon Sung loncat dan menaiki kapal tersebut. Anak buah Jae Man ternyata ditugaskan Jae Man untuk membunuh Kyung Wan.
Yoon Sung berhasil menjatuhkan anak buah Jae Man. Kyung Wan dalam keadaan terdesak dia ketakutan ketika Yoon Sung mengeluarkan pistolnya. Yoon Sung tak segan menembak Kyung Wan. Dia ternyata tak membunuhnya pistolnya hanya berisi suntikan obat bius.
Yoon Sung dengan dibantu ahjushi menyamar sebagai tukang pos dan menurunkan sebuah paket besar ke depan kantor kejaksaan. Setelah itu mereka buru-buru pergi dari sana. Paket itu membuat wartawan dan pekerja di kejaksaan heboh.
Paket kardus besar itu ternyata dikrim untuk Jaksa Young Joo. Saat dibuka paket itu berisi Lee Kyung Wan. Di leher Kyung Wan tergantung kalung-kalung ID pasukan khusus.
Di perjalanan Yoon Sung menelepon jaksa Yoon Joo dan berkata bahwa paket itu untuknya. Namun sebelum berhasil mengetahui siapa penelepon itu Yoon Sung keburu menutup teleponnya dan membuang jejaknya telepon genggamnya ke sungai.
Ahjushi Shik Joong merasa cemas bahwa aksi mereka tidak disetujui ayah angkat Yoon Sung, Jin Pyo. Tapi Yoon Sung percaya pada cara dia sendiri.
"Metodeku ini yang akan memberikan kerusakan total pada akhirnya"kata Yoong Sung mantap.
Yoon Sung lalu mendapat telepon dari Na Na dan menanyakan keberadaan anak-anak. Na Na mengatakan kalau mereka sekarang sedang bermain di dekat sungai Han.
"Ahjushi kau antarkan aku ke tempat parkir mobilku kali ini aku ingin minum kopi manis"kata Yoon Sung (pengen minum kopi manis atau ketemu Na na yagn manis hehehe -nana rf-)
Yoon Sung menyusul Na Na dan anak-anak.
Nana dan anak-anak melihat Yoon Sung malah bermain air mancur dengan senangnya.
"Jika dulu di US ada seperti ini senangnya". (masa sih ga ada air mancur kayak gitu di Bogor aja ada hehe...-nana rf-)
Yoon Sung mengajak Na Na untuk bermain juga. Awalnya anak-anak menolak tapi akhirnya mereka berempat bermain air dengan senang.
Masih di taman, Yoon Sung yang sedang duduk melihat anak-anak bermain kemudian Na Na mendekatinya dan memberinya kopi.
"Melihat anak-anak bermain dengan ceria membuatku senang"ungkap Na Na sambil meminum kopinya
Jaksa Young Joo mengintrogasi Kyung Wan tentang kalung militer yang digunaknnya. Tapi Kyung Wan terus berkata kalau dia tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi. Lee Kyung Wan mengatakan pada Young Joo jika dia memang benar-benar seorang jaksa, seharusnya dia bisa menemukan orang yang membuatLee Kyung Wan seperti itu. Lee Kyung Wan berkata bahwa bisa saja ayah Young Joo terkena masalah ini, Young Jo pun tidak percya pada omongan Kyung Wan, dan menyuruh orang untuk membawa Lee Kyung Wan pergi dari hadapannya.
Anak buat Young Joo di kejaksaan berusaha menyelidiki identitas pemilik kalung militer itu. Namun mereka menemukan bahwa identitas mereka sudah dihapus sejak dahulu.
Yoon Sung dan Na Na mengantar Mi Jin dan Do Jin pulang. Yoon Sung ingin segera masuk ke rumah Na Na.
"Aku kedinginan...". (ya iya lah tadi main air mancur sampai basah kuyup)
dan Na Na mencegahnya karena dia menganggap tidak baik seorang pria malam-malam datang ke rumah wanita. Tapi Yoon Sung tidak mempedulikannya.
Yoon Sung beristirahat makan dan meminjam baju judo milik Na Na. Na Na membuatkan makanan untuk Yoon Sung tapi Yoon Sung terus mengeluh karena makanan yang dimasak Na Na banyak sekali sayurannya dan dia tidak suka itu.
"Hari ini aku melakukan banyak hal, aku mau makan daging bukan sayuran"protes Yoon Sung manja (hehe abis beradegan aksi seharian ya).
"Emang kamu melakukan hal besar apa sih?!", Na Na menyangsikan.

Na Na yang sedang menonton tv. Saat itu disiarkan berita mengenai paket besar berisi Kyung Kwan yang diterima jaksa Young Joo. Dan diberitakan bahwa masyarakat menyebut orang yang telah melakukan itu semua adalah city hunter.
Na Na memuji dan kagum pada Jaksa Young Joo.
"Waw dia benar-benar telah melakukan kerja besar"
Na Na lalu bicara pada Yoon Sung, "Tidak seperti dirimu! kau harus banyak merenung pada dirimu sendiri!"
Yoon Sung keki dibuatnya.
Pada saat yang sama Jin Pyo kesal melihat acara televisi yang sama dan tahu bahwa semua itu adalah ulah Yoon Sung. Dia segera menghubungi Yoon Sung, tapi Yoon Sung tidak mengangkatnya dan mematikan hpnya. Na Na mengira bahwa itu adalah salah satu teman kencan Yoon Sung.
Ketika Yoon Sung akan pulang Na Na memberikan kimchi untuk dibawa pulang Yoon Sung.
Jin Pyo kembali menghubungi Yoon Sung dan mengatakan jika Yoon Sung menginginkan kehancuran orang-orang tersebut mengapa dia mempercayakannya kepada seorang jaksa. Yoon Sung mengatakan bahwa dia bisa mempercayai jaksa tersebut sekali ini.
Jin Pyo yang kembali ke rumah terkaget-kaget mendapati rumahnya dipenuhi oleh alat-alat memasak. Shik Joong berkata pada Yoon Sung kalau Korea benar-benar seperti surga hanya sekali telpon dan semua barang-barang ini langsung datang. Shik Joong memamerkan barang-barang yang dia beli mulai wajan yang dapat digunakan untuk mengoreng tanpa minyak sampai panci yang dapat digunakan untuk memasak kentang tanpa air.
Shik Joong mengatakan pada Yoon Sung bahwa dia mendengar kalau ibu Yoon Sung masih hidup, tetapi Yoon Sung yang mendengar itu tidak terlalu peduli karena dia menganggap ibunya yang mengacuhkannya dan pasti dia kini baik-baik saja.
"Tapi tetap saja darah itu lebih kental daripada air", nasehat Shik Joong (sering banget dengar peribahasa ini -nana rf-)
Kedua pegawai jaringan kendali komunikasi nasional, Ki Joon dan salah seorang menghadap presiden dan melaporkan bahwa mereka tidak bisa melacak IP orang yang telah memasuki jaringan mereka. Tapi IP yang digunakan orang tersebut masih dalam Korea Selatan.
Officer Yoon melaporkan pada Presiden bahwa ketika ditemukan Lee Kyung Kwan menggunakan tiga medali militer dan medali tersebut merupakan milik tiga orang pegawai militer yang sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya sejak tahun 1983.
"Kelihatannya mereka anggota pasukan khusus"
Presiden pun terkejut mendengarnya.
Shik Joong dengan membawa foto ibu Yoon Sung pergi mencari keberadaannya. Dia membawa foto ibu kandung Yoon Sung dan menanyakan pada orang-prang tua yang ditemuinya. Hingga akhirnya seorang wanita pemilik kedai makanan mengenali bahwa wanita yang ada di foto itu tidak tinggal jauh dari sini.

Shik Joong yang sudah mengetahui keberadaan ibu Yoon Sung segera memberitahu Yoon Sung. Yoon Sung yang mendengar itu tidak peduli sama sekali dan dia mengatakan bahwa dia tidak memiliki seorang ibu. Shi Joong tetap memberikan alamat ibu Yoon Sung disecarik kertas kepada Yoon Sung
"Bacalah jika moodmu sudah lebih baik"kata Shik Jong sambil beranjak pergi.
Tak lama kemudian Yoon Sung pun luluh, dia mengambil kertas itu dan menghafalkan alamat tersebut.
Di sebuah kedai makanan terlihat seorang wanita sedang melayani pembeli. Dari jauh Yoon Sung mengamati wanita itu. Lalu dia memberanikan diri mulai jalan mendekati wanita tersebut. Wanita itu adalah ibu kandung Yoon Sung.
Seorang pria dengan pakaian resmi menghampiri ibu Yoon Sung dan mengatakan pada ibu Yoon Sung bahwa seseorang ingin bicara dengannya dalam mobil. Ibu Yoon Sung dengan ragu-ragu mendekati mobil tersebut, dan orang yang ingin bertemu dengan ibu Yoong Sun adalah Presiden.
Ibu Yoon Sung kaget melihatnya.
Saat ibunya pergi ,Yoong Sung dengan haru mengamati dan memegang meja di kedai milik ibunya. Ketika akan meninggalkan tempat tersebut Yoon Sung dikagetkan oleh kedatangan seseorang.
Dia tak menyangka ayah angkatnya, Jin Pyo mendatanginya ke sana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Download youtube Video